Home

Juni 22, 2012

Pernyataan Liberal Jokowi-Ahok Tuai Dukungan


Pernyataan pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur DKI, Jokowi - Ahok terkait kitab suci, dimana harus lebih patuh pada ayat konstitusi daripada ayat suci menuai dukungan dari berbagai kalangan.

Salah satu yang mendukung Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara (Gema Nusantara), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia ( GMNI), serta aktivis perempuan.

Ketua Umum Gema Nusantara, Jay Muliadi di Jakarta, Senin mendukung pemikiran Jokowi-Ahok yang memisahkan kepentingan ayat suci dan konstitusi.  "Indonesia khususnya Jakarta membutuhkan pemimpin yang berfikiran sekuler dan liberal agar masyarakat pluralis dapat terbentuk secara  baik," katanya.

Paham yang tegas dalam pemikiran pasangan Jokowi-Ahok bakal menguatkan nilai-nilai persatuan.  "Sehingga tidak lagi terjadi pembentuiran konflik dimasyarakat yang mengatasnamakan agama," tuturnya.

Pendapat senada disampaikan Pujadi Aryo S, Pengurus Alumni ( PA) Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia ( GMNI) yang menyatakan masyarakat Jakarta harus dididik melalui sejumlah pemikiran yang bebas sehingga tidak lagi kaku dan terhegemoni oleh doktrin-doktrin yang salah.

"Pemikiran yang memisahkan antara agama dan negara, itu sangat baik bagi kami, dalam bernegara, ayat suci no. Sedangkan ayat konstitusi yes," tandasnya.

Aryo berharap, kalau pasangan Jokowi Ahok maju tidak ada lagi pemikiran kerdil  yang dalam beragama, sehingga harus dipisahkan antara urusan beragama dan bernegara. "Yah kita ingin nanti pasangan Jokowi-Ahok tetap konsisten dengan pemikirannya dan juga mereka tidak lagi memberikan bantuan hibah baik untuk mesjid maupun gereja," ujarnya.

Sedangkan aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet berpendapat apa yang  dikatakan oleh Ahok soal kitab suci untuk kepentingan pribadi sudah tepat. "Dalam kontek apa yang diucapkan oleh Ahok itu benar. Dia tidak mengulas ayat dan sebatas  mengatakan ayat yang berhubungan dengan agama itu dimaknai untuk kepentingan pribadi," ungkapnya.

Pernyataan itu benar, jika ada yang marah soal pernyataan itu, Ratna menegaskan, orangnya saja yang 'norak'. Namun, Ratna juga mengingatkan agar Ahok tidak terlalu banyak bicara dan itu  tidak menolong diirinya sebagai calon.

"Ahok saat ini punya peluang dipojokan orang. Ahok terlalu banyak bicara akan merugikan semua orang.  Perlu ditegur. untuk kepentingan Jakarta, bukan kepentingan  Ahok  tapi kita butuh pemimpin yang lebih baik ke depan. Ibukota, Jakarta ini harus dipimpin oleh cagub-cawagub dari keberagaman," tegasnya.

Sebelumnya, kepercayaan masyarakat Jakarta kepada pasangan bernomer urut 3  semakin memudar saat Basuki T Purnama alias Ahok yang melecehkan Kitab Suci.

Ahok mengkritik sikap pemeluk agama tertentu yang menjadikan dalil ayat suci yang digunakan sebagai dalil menolak Lady Gaga.  Kata Ahok, kitab suci hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, sehingga lebih tepat untuk patuh kepada kitab konstitusi.

"Kita tidak boleh taat pada ayat suci. Kita taat pada ayat-ayat konstitusi," ujar Ahok.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar