Home

September 26, 2011

Akibat Mendidik Anak dengan Mendikte


Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
mereka adalah putra putri dari kehidupan yang merindukan dirinya sendiri
Mereka datang melaluimu tapi bukan darimu
Dan walau mereka tinggal bersamamu mereka bukan milikmu
Kau dapat memberikan kasih sayangmu tetapi tidak pikiranmu
Karena mereka mempunyai pikiran sendiri
(Kahlil Gibran)


 
Setiap orang tua memiliki cara dan pola sendiri-sendiri dalam mendidik anak-anak mereka. Ada orang tua yang sangat demokratis, bermitra dengan anak. Bisa menempatkan diri kapan mereka harus jadi ibu, ayah. Kapan mereka harus berperan sebagai kakak, sahabat, atau teman bagi anak-anak. Tentu pola seperti ini akan memberi pengaruh yang baik bagi perkembangan anak ke depan.

Namun ada juga orang tua yang otoriter dan diktator terhadap anaknya. Orang tua seperti ini tidak akan pernah mengajak anak-anak berdiskusi dalam memecahkan masalah apalagi dalam mengambil keputusan. Prinsip yang mereka pegang adalah, peraturan dan keputusan tertinggi dalam keluarga ada di tangan orang tua. Anak sama sekali tidak diberi kesempatan untuk berpendapat. Dan mereka para orang tua lebih senang mendikte pada anak-anak.

Kutipan syair KAHLIL GIBRAN di atas mengingatkan segenap orang tua bahwa setiap anak itu punya perspektif atau pemikirannya sendiri. Orang tua berkewajiban mendidik anak sebaik mungkin, mengarahkan dan memberi pertimbangan untuk melakukan sesuatu, tapi bukan berarti kita harus mendikte mereka.

Mendidik anak dengan pola otoriter dan mendikte oleh orang tua akan membuat anak terjebak dalam pemikirannya sendiri tanpa berani mengungkapkan. Padahal bisa jadi sebenarnya pandangan si anak atau arah tujuan hidupnya lebih baik. Tetapi ia tidak pernah diberi kesempatan untuk berbuat seperti apa yang ada dipikirannya. jika dibiarkan terus menerus maka bisa saja berefek mematikan pola pikir si anak. Karena dalam benaknya pasti ada pandangan terhadap sesuatu. Tapi toh ber ide atau ber kehendak apapun, tetap keputusan hidupnya ditentukan orang tua.


Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang otoriter biasanya tidak mampu membuat keputusan untuk hidupnya sendiri. Karena telah terbiasa diperintah dan dia akan manut dan pasrah pada nasib yang akan dihadapinya. Mereka akan sangat sulit berkembang, bahkan dalam bergaulpun mereka tidak mampu bebas Karena hidup di bawah bayang-bayang peraturan orang tua. Tentang ini itu yang membatasi gerak dan langkah mereka.

Meskipun si anak di rumah terlihat manut pada kehendak orang tua. Biasanya mereka akan melakukan segala sesuatu dengan beban. Selain itu anak-anak yang didik dengan diktean ini biasanya akan membohongi dirinya sendiri. Karena seringkali harus berbuat tidak sesuai dengan kehendak dan keinginannya. Tidak hanya bohong pada diri sendiri, bahkan pada orang lainpun ia harus berbohong demi menyenangkan orang lain.

Mengamati begitu tidak baiknya akibat mendidik anak dengan cara mendikte sudah sepatutnya para orang tua menyadari dan mengoreksi lagi pola mendidik kita pada anak-anak. Apalagi di zaman yang seperti sekarang, bisa saja anak yang begitu terkekang akan melakukan perlawanan, dan akhirnya mereka melakukan sesuatu yang nekad yang merugikan dirinya yang menyisakan penyesalan panjang bagi kita orang tuanya.
Alangkah baiknya jika kita mampu mendidik anak-anak dengan cara yang lebih demokratis. Mau mndengar suara dan pemikiran mereka. Menjadi teman berbagi buat mereka. Hingga mereka tidak terkungkung sendiri dalam persoalan hidup yang sangat kompleks ini. Mereka yang terdidik dengan pengarahan yang baik tanpa paksaan akan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab atas pilihan dan keputusan hidupnya. Karena tindakannya berasal dari pikirannya sendiri. Jadi apapun itu baik atau buruk dia telah siap menjalankannya. Dia akan menjadi anak yang mandiri, pantang menyerah dan tidak takut gagal.

Sumber:
http://edukasi.kompasiana.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar